LCD text


Sabtu, 05 November 2011

Agama kelas 9 (Perilaku Tercela)

         Dalam bergaul di tengah-tengah masyarakat, kita tidak boleh memiliki sifat ananiah, gadab, hasad, gibah, dan namimah. Semua sifat itu akan merugikan diri kita sendiri.

A. Ananiah
          Ananiah berarti mementingkan diri sendiri dan mengbaikan orang lain. Ananiah juga disebut egois. Orang yang mempunyai sifat ananiah menilai sesuatu berdasarkan dirinya sendiri sehingga tidak memperdulikan kepentingan orang lain.
          Orang yang bersikap ananiah mirip dengan orang takabur dan angkuh. Orang yang bersifat ananiah biasanya acuh tak acuh terhadap lingkungan. Sifat ananiah akan mendatangkan kebinasaan bagi pemilik sifat tersebut.
     `   Sebagai seorang muslim kita harus menjauhi sifat ananiah. Hal itu disebabkan sifat ananiah merugikan diri sendiri dan juga merugikan orang lain, bahkan lingkungan. Bahaya yang diakibatkan sifat ananiah, di antaranya adalah sebagai berikut.
1.     Merusak hubungan persaudaraan karena sifat ananiah itu hanya mementingkan diri sendiri
2.    Memutuskan hubungan silaturahmi dengan sesame karena enggan untuk bersilaturahmi
3.    Dikucilkan orang dan teman-teman.
4.    Menimbulkan kebencian, pertengkaran, dan permusuhan.
5.    Berdosa di sisi Allah swt karena sifat egois itu dilarang dalam Islam.
          Oleh karena itu, kita sebagai seorang Islam harus selalu berusaha menjauhi sifat ananiah. Kita harus peduli terhadap lingkungan kita, tidak boleh mementingkan diri sendiri.

B. Gadab
          Gadab merupakan sifat tercela yang berarti marah. Marah adalah perasaan tidak senang. Gadab dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Coba kamu bayangkan, betapa ruginya orang yang tidak dapat mengendalikan dirinya dari emosi. Misalnya, seorang anak yang marah menendang lemari. Akibatnya, kakinya sakit dan lemarinya pun rusak.
          Orang yang emosi atau mudah marah biasanya akan kehilangan akal sehat sehingga tidak mempertimbangkan akibatnya. Setip permasalahan selalu dihadapi dengan mendahulukan kemarahan. Kita sebagai orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt harus bias mengendalikan diri dari marah. Baca dan pahamilah firman Allah swt berikut.

الَّذِينَيُنفِقُونَفِيالسَّرَّا
ءوَالضَّرَّاءوَالْكَاظِمِينَالْغَيْظَوَالْعَافِينَعَنِالنَّاسِوَاللّهُيُحِبُّالْمُحْسِنِينَ
(Yaitu) orang-orang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
(QS. 3:134)



          Ayat Al-Qur’an tersebut mengandung pengerian bahwa orang yang bertakwa kepada Allah swt mempunyai bebrapa ciri. Di antaranya adalah apabila marah, ia sanggup menahannya. Orang yang sanggup menahan marah termasuk orang yang kuat.
          Banyak dampak negative yang diakibatkan dari sifat marah, diantaranya sebagai berikut.
1.     Gadab (marah) dapat meretakkan hubungan kemitraan karena orang yang dimarahi akan merasa dicemoh dan dihina. Terlebih lagi, jika yang dimaraho itu tidak bersalah
2.    Orang yang suka marah akan dijahui orang. Kita tentu tidak suka bergaul dengan orang yang mudah marah.
3.    Orang yang tidak dapat menahan marah dapat mengakibatkan darah tinggi.
4.    Orang yang marah dapat menumbulkan dosa, apalagi marah yang berkepanjaan, merusak barang, baik milik diri sendiri maupun milik orang lain.

          Gadab merupakan bisikan setan. Untuk menghindari atau menghilangkan rasa marah, ada beberapa cara. Di antaranya adalah sebagai berikut.
1.     Berusaha menyadari akibat buruk yang timbul akibat marah.
2.    Berusaha mengoreksi kesalahan dirinya sendiri.
3.    Meredam kemarahan dengan cara bersabar.

C. Hasad
          Hasad berarti menaruh rasa marah atau banci karena iri terhadap keberuntungan orang lain/ Hasad juga sering disebut iri atau dengki. Orang yang mempunyai sifat hasad selalu tidak senang dengan apa yang didapat orang lain. Dia menginginkan apa yang diperoleh orang lain itu hilang atau pindah kepadanya.
          Kita dilarang memiliki hasad karena mengakibatkan banyak masalah. Bahaya yang mengakibatkan dari sikap hasad itu dapat merugikan dirinya sendiri, orang yang di-hasad, keluarga, banhkan orang banyak. Di antara bahaya yang diakibatkan dari sikap hasad adalah.
1.     Hatinya selalu resah
2.    Merusakkan hubungan persaudaraan
3.    Memutuskan silaturahmi antara orang yang meng-hasad dan orang yang di-hasad
4.    Menimbulkan kebencian, pertengkaran, dan permusuhan
5.    Berdosa di sisi Allah swt karena sifat hasad itu dilarang dalam Islam.

Ada beberapa cara untuk menghindari sikap hasad, antara lain:
1.     Menyadari bahwa hasad akan merugikan dirinya sendiri.
2.    Menyadari bahwa hasad merupakan perbuatana dosa karena melarang aturan agama Islam.
3.    Menyadari bahwa berbuat hasad itu merusak amal kebaikkan yang sudah dilakukkan;
4.    Sering membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an.
5.    Banyak membaca buku dan majalah yang bernuansa Islam.
6.    Sering mengikuti kegiatan-kegiatan kajian Islam
7.    Bergaul dengan orang saleh dan menghindari orang yang sering berbuat maksiat.

D. Gibah
          Gibah merupakan akhlak tercela yang sangat dilarang dalam Islam. Gibah adalah membicarakan keburukan atau aib seseorang, baik itu benar terjadi maupun tidak. Agama Islam mengajarkan keharmonisan, kedamaian, dan keselarasan. Oleh karena itu kita harus menjauhi perilaku yang tercela, seperti gibah. Larangan gibah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-Hujurat Ayat 12 sebagai berikut.


yaa ayyuhaalladziina aamanuu laa yaskhar qawmun min qawmin 'asaa an yakuunuu khayran minhum walaa nisaaun min nisaa-in 'asaa an yakunna khayran minhunna walaa talmizuu anfusakum walaa tanaabazuu bil-alqaabi bi/sa l-ismu lfusuuqu ba'da l-iimaani waman lam yatub faulaa-ika humu zhzhaalimuun
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Q.S 49:12)

Kita dilarang berbuat gibah juga ada bahaya yang diakibatkan, diantaranya adalah:
1.     Merusak tali persaudaraan dan solidaritas antar sesama.
2.    Menimbulkan kebencian, dendam, dan permusuhan;
3.    Merusak keharmonisan dalam masyarakat;
4.    Berdosa karena gibah merupakan larangan dalam agama Islam.

          Gibah termasuk akhlak mazmumah, artinya perilaku yang tercela. Oleh karena itu, kita wajib menghindarinya. Beberapa cara menghindari gibah adalah sebagai berikut.
1.     Menyadari bahwa gibah itu akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
2.    Menyadari bahwa gibah itu dosa karena termasuk larangan Allah swt.
3.    Menyadari bahwa gibah merusak tali persaudaraan.
4.    Sering mengikuti kajian-kajian keislaman.
5.    Bergaul dengan orang saleh dan menghindari orang yang berbuat maksiat.

E. Namimah.
          Namimah termasuk perilaku tercela yang harus dihindari oleh setiap orang beriman. Namamiah sering diartikan fitnah. Fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa dasar dengan maksud menjelekkan orang lain.
     Allah swt mengajarkan kita apabila menerima suatu kabar atau berita, harus diteliti terlebih dahulu agar tidak jadi salah paham. Hal itu diejalskan dalam Al-Qur’an Surah al-Hujurat Ayat 6 sebagai berikut.


yaa ayyuhaalladziina aamanuu in jaa-akum faasiqun binaba-in fatabayyanuu an tushiibuu qawman bijahaalatin fatushbihuu 'alaa maa fa'altum naadimiin
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Q.S 49:6)


          Kita dilarang berbuat namimah karena  sangat berbahaya akibatnya. Di antaranya akibat yang timbul dari perbuatan namimah adalah:
1.     Menimbulkan keonaran dalam masyarakat;
2.    Menumbuhkan rasa benci, dendam, dan permusuhan;
3.    Memutuskan hubungan kasih sayang;
4.    Berdosa di sisi Allah swt karena berbuat namimah bebrarti melanggar larangan-Nya.
          Sebagai orang yang beriman kita harus berusaha keras untuk menjauhi berbuat namimah.

          Cara untuk menghindari perbuatan namimah antara lain sebagai berikut.
1.     Selalu mengingat-ingat bahwa namimah itu merugikan diri sendiri dan orang lain;
2.    Selalu mengingat-ingat bahwa namimah itu berdosa karena termasuk larangan Allah swt;
3.    Tidak suka berkumpul yang tidak bermanfaat;
4.    Menyadari bahwa berbuat namimah itu merusak tali persaudaraan;
5.    Bergaul dengan orang saleh dan menghindari orang yang sering berbuat maksiat.